Selasa, 19 Januari 2016

Albert Einstein Dan Generasi Menunduk

Albert Einstein Dan Generasi Menunduk



Pada zaman modern ini kita sering melihat fenomena dimana handphone dan gadget menjadi barang dengan prioritas utama yang wajib dibawa kemana-mana,terutama saat berpergian.Saat pergi jalan-jalan,nongkrong,bertamasya,rekreasi,pergi kesekolah,pergi kuliah,saat berada diangkutan umum,krl dan tempat lainya,atau saat kita berada dirumah barang ini sudah menjadi kebutuhan wajib yang harus dimiliki oleh setiap orang dan seakan sudah menjadi bagian dari diri manusia itu sendiri,kita hanya menunduk seharian memainkan gadget kita,bermain game,media sosial,chating dan sebagainya,bahkan sekarang ada fenomena yang bernama nomophobia yaitu fobia tidak ada handphone. Tapi sadarkah kita bahwa kita sudah jauh dari arti kata makhluk sosial itu sendiri,kita melupakan dan seakan mengacuhkan orang-orang disekitar kita dan sibuk bermain dengan gadget kita sendiri,kita hanya menundukan kepala dengan tangan memegang gadget dan mengabaikan apa yang terjadi. Saya memiliki ratusan teman tapi saya merasa kesepian,saya berbicara kepada mereka setiap hari,namun tak ada satupun dari mereka yang benar-benar mengenal saya.Coba pikirkan,sudah berapa banyak waktu yang kita sia-siakan,masalah yang saya hadapi adalah perbedaan antara menatap mata lawan bicara atau hanya melihat nama orang di layar,saya melangkah mundur dan membuka mata saya,melihat sekeliling dan menyadari,bahwa media yang kita sebut sosial ini memang segalanya,namun...ketika kita membuka komputer kita,saat itulah kita menutup pintu kita,semua teknologi ini hanyalah suatu ilusi. Saya sering berpergian menggunakan comuter line yang penuh sesak dengan orang-orang tapi yang saya lihat hanyalah orang-orang yang sibuk dengan gadgetnya masing-masing menundukan kepala mereka hingga stasiun tujuan,terkadang saya merasa dilema terhadap keluarga yang setiap kali berkumpul dengan anak-anaknya dan mereka hanya sibuk dengan gadget mereka masing-masing,maksud saya bukankah waktu bersama keluarga adalah waktu yang sangat berharga karena tidak setiap waktu mereka bisa berkumpul lengkap bersama tapi kebersamaan itu dihancurkan oleh perangkat khayalan yang bernama teknologi. Komunitas,persahabat,rasa kebersamaan ketika kita beranjak dari perangkat khayalan ini kita tersadar dan melihat dunia yang membingungkan,dunia dimana kita diperbudak oleh teknologi yang kita ciptakan dimana informasi dijual oleh orang2 kaya rakus,dunia yang dipenuhi  dengan kepentingan pribadi,pencitraan,promosi diri,dimana kita memberikan bagian terbaik kita tanpa menggunakan perasaan. 

Berpuluh dekade yang lalu seorang ilmuwan ternama asal Jerman yaitu Albert Einstein sudah meramalkan akan terjadinya masa ini masa dimana teknologi melebihi interaksi antar manusia kita dan dunia akan memiliki apa yang disebut dengan generasi idiot. Ketakutan yang selama ini dikhawatirkan oleh Albert Einstein akhirnya terjadi,komunikasi,interaksi,hubungan sosial tergantikan oleh perangkat khayalan yang bernama teknologi,sudahkah kita menyadari apa yang kita lakukan selama ini,kita menjadi budak teknologi dalam kemayaan yang terbungkus oleh ilusi hidup yang seolah menjadikanya nyata dan berwarna. Saat kita aktif dalam sosial media seperti banyak berpendapat atau berkomentar tapi belum tentu kita aktif dalam kehidupan sosial di dunia nyata,kita terjebak oleh teknologi yang kita ciptakan dan semakin menjauhkan dari kehidupan positif bersama orang lain disekitar kita.Hal negatif dari generasi menunduk diantaranya adalah sebagai berikut: 

1.Generasi Anti Sosial 
Sadarkah kita bahwa teknologi yang kita gunakan selama ini seperti handpone,gadget dan lain-lain telah merusak hubungan sosial antara kita dan orang lain dalam bermasyarakat.Banyak orang yang lebih memilih berkutit dengan gadgetnya seharian daripada berinteraksi dengan orang lain disekitarnya,kita akan lebih sering disibukan dengan membalas chat,memasang status,berkomentar,mencari sesuatu diinternet.Kita menjadi lebih tertutup pada lingkungan,kita merasa dunia kita sudah ada dalam perangkat khayalan yang bernama teknologi tersebut,kita seakan sudah menjadikan teknologi tersebut sebagai jendela untuk melihat dunia,sehingga mereka tidak merasa perlu lagi berpergian atau bertemu orang lain untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan,tapi mereka tidak sadar bahwa teknologi yang telah dijadikan sebagai bagian dari hidupnya adalah ilusi.Mereka menutup pintu mereka dari dunia nyata dan terlena oleh dunia ilusi. Dulu saya sering melihat anak-anak ditaman,bermain ayunan,bersepeda,berlarian,meloncat,bermain bola dengan time outnya bukan 90 menit tapi adzan maghrib,sekarang taman menjadi sepi dan sunyi, tak ada anak-anak yang bermain,ayunanpun tak pernah bergerak,tidak ada yang bermain,berlarian dan meloncat.kita dikelilingi oleh anak2 yang sejak mereka dilahirkan,melihat kita hidup seperti robot dan mereka menganggap itu normal,sepertinya mustahil untuk menjadi orang tua hebat karena kita tidak bisa menghibur anak tanpa menggunakan iPad.

2.Merusak Moral
 Saat kita sibuk dengan gadget kita,kita lupa akan apa yang ada disekitar kita.Contohnya anak zaman sekarang,saat dipanggil oleh orang tuanya bahkan sampai beberapa kali dia pura-pura tidak mendengarkan dia memilih untuk bermain dengan gadgetnya daripada menanggapi panggilan orang tuanya,lalu saat acara berkumpul bersama keluarga anak-anak sibuk sendiri dengan gadgetnya masing-masing.Saat ber media sosial tidak dapat kita pungkiri akan terjadinya konflik antara pengguna media sosial yang satu dengan yang lainya,mengumpat,berkata-kata kotor,mengupload gambar yang tidak semestinya dan lain-lain. Pornografi salah satu faktor perusak moral yang diakibatkan oleh perangkat khayalan yang kita sebut teknologi ini,orang-orang bahkan anak-anak dapat dengan mudahnya mengakses situs-stus porno yang beredar diinternet menggunakan gadget yang dimilikinya. 
*** 
Kita merasa paling berbahagia ketika berbagi pengalaman akankah sama rasanya bila tidak  ada orang lain?,datangi teman-teman kita dan merekapun akan mendatangi kita,mereka takkan mendatangi kita bila kita temui mereka digrup message,kita selalu membanggakan diri dan mengharapkan pujian,kita pura-pura tidak menyadari bahwa kita terasing secara sosial,kita merangkai kata hingga terlihat hidup kita indah,padahal kita tidak tahu apakah ada yang peduli. Kita dikelilingi oleh anak-anak yang sejak kecil sudah memiliki gadget,hidup mereka dipenuhi dengan media sosial,internet,chat grup yang mereka tahu ialah mencari teman sebanyak-banyaknya,folower tanpa memperdulikan apakah mereka mengenalnya,bahkan hanya untuk mengajak makan teman disebelahnya dia bukanya langsung bicara pada temanya tapi menggunakan chat message. Sendirian bukan masalah itulah intinya,bila kita membaca buku,melukis atau melakukan latihan tertentu kita menjadi produktif dan diakui,bukan hanya menjadi pelengkap kita sadar sepenuhnya dan penuh perhatian.Jadi,ketika kamu berada ditempat umum dan merasa kesepian,angkat tanganmu dan jauhkan dari telepon,kamu tidak membutuhkanya kan?bila perlu matikan sambungan datamu,saling berbicaralah belajar hidup bersama.Saya tidak tahan melihat keheningan dalam angkutan umum yang penuh sesak,dimana tak seorangpun ingin berbicara karena takut dibilang aneh,kita menjadi anti sosial,kita tidak lagi terpuaskan dengan hubungan antar manusia dan saling bertatap mata.telepon pintar dan manusia bodoh.

AMBIL SISI POSITIFNYA
 Dizaman modern ini memang tidak bisa dipungkiri kita tak dapat dipisahkan dengan apa yang kita sebut dengan teknologi ini,handpone,komputer dan gadget lainya.Tapi kita bisa mengambil sisi positifnya,kita tidak harus setiap waktu diperbudak oleh perangkat khayal yang disebut teknologi ini,kita dapat menyisihkan waktu kita untuk kegiatan sosial dan peduli terhadap lingkungan dan apa yang terjadi disekitar kita,misalnya saat berada dikerumunan orang simpan handponemu bila tidak ada hal yang penting mulailah saling berinteraksi satu sama lain.jangan terlalu banyak berkutit pada gadgetmu,mulailah peduli pada sekitarmu.Jika perlu saat bertamasya atau berekreasi dengan keluarga buatlah perjanjian atau peraturan bahwa tidak ada yang boleh menyalakan gadgetnya selama berkumpul dengan keluarga kecuali ada hal tertentu.Langkah kecil dapat berarti banyak jika kamu tidak bisa mengajak orang lain mulailah dari dirimu sendiri,jadikan dunia ini menjadi lebih baik. Coba renungkan apakah dunia yang seperti ini kah yang kita impikan yang kita idam-idamkan,generasi menunduk dengan gadgetnya bukanya orang-orang ramah yang memberikan senyuman dan peduli terhadap sekitarnya.




Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/muhammad_iqbal_said/albert-einstein-dan-generasi-menunduk_5690ef33367b61d6136bbf64

Senin, 18 Januari 2016



Istilah-istiliah dalam Ilmu Teknik Sipil




“ISTILAH DALAM TEKNIK SIPIL”

Oleh : Toni Kustianto Gulo (Jurusan Pend. Teknik Sipil FT-UNIMED)

1. Acuan (bekisting) adalah suatu sarana pembantu struktur beton untuk pencetak beton sesuai dengan ukuran, bentuk, rupa ataupun posisi yang direncanakan

2. Agregat adalah material granular, misalnya pasir, kerikil, batu pecah dan kerak tungku besi, yang dipakai bersama-sama dengan suatu media pengikat untuk membentuk suatu beton semen hidraulik atau adukan

3. Agregat Ringan adalah agregat yang dalam keadaan kering dan gembur mempunyai berat 1100 kg/m3 atau kurang.

4. Agregat Halus adalah pasir alam sebagai hasil desintegrasi _alami_ batuan atau pasir yang dihasilkan oleh inustri pemecah batu dan mempunyai ukuran butir terbesar 5,0 mm.

5. Agregat Kasar adalah kerikil sebagai hasil desintegrasi _alami_ dari bantuan atau berupa batu pecah yang diperoleh dari industri pemecah batu dan mempunyai ukuran butir antara 5-40 mm

6. Adukan adalah campuran antara agregat halus dan semen portland atau sembarang semen hidrolik yang lain dan air.

7. Angker adalah media untuk mengikat dalam suatu sambungan beton pracetak.

8. Bahan Tambahan adalah suatu bahan berupa bubukan atau cairan, yang dibubuhkan kedalam campuran beton selama pengadukan dalam jumlah tertentu untuk merubah beberapa sifatnya

9. Beton adalah campuran antara semen portland atau semen hidraulik yang lain, agregat halus, agregat kasar dan air, dengan atau tanpa bahan tambahan membentuk masa padat.

10. Beton Bertulang adalah beton yang ditulangi dengan luas dan jumlah tulangan yang tidak kurang dari nilai minimum, yang disyaratkan dengan atau tanpa prategang, dan direncanakan berdasarkan asumsi bahwa kedua material bekerja bersama-sama dalam menahan gaya yang bekerja

11. Beton-Normal adalah beton yang mempunyai berat isi 2200- 2500 kg/m3 menggunakan agregat alam yang dipecah atau tanpa dipecah yang tidak menggunakan bahan tambahan.

12. Beton Praktekan adalah beton bertulang yang telah diberikan tegangan dalam untuk mengurangi tegangan tarik potensial dalam beton akibat beban kerja

13. Beton Pracetak adalah elemen atau komponen beton tanpa atau dengan tulangan yang dicetak terlebih dahulu sebelum dirakit menjadi bangunan.

14. Beton Ringan Struktur adalah beton yang mengandung agregat ringan yang mempunyai berat isi tidak lebih dari 1900 kg/m3.

15. Beton Polos adalah beton tanpa tulangan atau mempunyai tulangan tetapi kurang dari ketentuan minimum.

16. CGS adalah standar internasional terkecil dalam ukuran metrik (dalam sentimeter).

17. Dowel adalah material penghubung antara 2 (dua) komponen struktur.

18. Deking adalah beton tahu untuk pedoman ketebalan beton.

19. Faktor Air Semen (Fas) adalah perbandingan antara jumlah semen dan air pada beton.

20. Konstruksi Batu adalah pasangan batu yang berfungsi sebagai elemen konstruksi dengan kekuatan tekan > 100 kg/cm2.

21. Konstruksi Beton adalah beton yang berfungsi sebagai elemen konstruksi

22. Kabel adalah susunan material yang digunakan dalam media penarikan beton pratekan, biasanya disebut _tendon_.

23. Mks adalah standar internasional terbesar dalam ukuran metrik (meter0

24. (Scaffolding) adalah suatu struktur (kerangka) sebagai (1) sarana kerja bagi pekerja untuk melakukan tugas pada ketinggian tertentu dan (2) penyangga acuan beton yang berfungsi mencegah terjadinya perubahan posisi acuan dari posisi yang telah ditentukan

25. Sengkang adalah tulangan yang digunakan untuk menahan tegangan geser dan torsi dalam suatu komponen struktur, terbuat dari batang tulangan, kawat baja atau jaring kawat baja las polos atau deform.

26. Segregasi adalah pengelompokan agregat yang homogen pada adukan beton, dimana agragat kasar terpisah dengan agregat halus.

27. Tulangan adalah batang baja berbentuk polos atau defon atau pipa yang berfungsi untuk menahan gaya tarik pada komponen struktur, tidak termasuk tendon prategang, kecuali bila secara khusus diikut sertakan.

28. Tulangan Polos adalah batang baja yang permuakaan sisi luarnya rata tidak bersirip atau berukir.

29. Tulangan Deform adalah batangan baja yang permukaan sisi luarnya tidak rata, tetapi bersirip, atau berukir.

30. Accelerator adalah bahan tambah untuk mempercepat pengikatan beton.

31. Admixture adalah bahan tambah untuk campuran beton.

32. Additive adalah bahan tambah untuk campuran beton.

33. Bouwplank adalah papan duga dalam istilah Belanda.

34. Barsteel adalah rangkaian tulangan.

35. Box adalah korak penyedia daya atau arus listrik.

36. Bucket Tower Crane adalah kotak pembawa material dari mesin angkat.

37. Bleeding adalah beton yang kelebihan air, sehingga air semen naik ke permukaan.

38. Bendraat adalah kawat pengikat tulangan dalam istilah Belanda.

39. Batching Plant adalah lokasi / tempat pengadukan.

40. Conveyor adalah ban berjalan untuk membawa material.

41. Cofferdam adalah menahan / membendung adukan beton sehingga tidak tercampur lingkungan (tanah, sungai dan sebagainya).

42. Cast in situ adalah pelaksanaan pracetak beton di lapangan.

43. Doka adalah perusahaan pembuat acuan dan perancah.

44. Dump Truck adalah truk yang mampu membawa adukan beton.

45. Forklift adalah mesin / alat angkat.

46. Hoist adalah mesin / alat angkat.

47. Hammer Test adalah uji palu beton pada lapisan yang telah mengeras.

48. In Situ adalah lokasi / lapangan.

49. Jacking adalah mesin / alat penarik kabel pratekan.

50. Lay-Out adalah penggunaan tata ruang di lapangan.

51. Mold adalah acuan untuk pelaksanaan pengecoran beton.

52. Mix Design adalah disain campuran beton berdasarkan berat atau volume.

53. Maccaferri adalah perusahaan pembuat acuan dan perancah.

54. Power adalah energi listrik di lapangan yang berasal dari PLN atau generating set.




55. Portland Cement adalah semen abu-abu.





56. Post-Tension adalah penarikan pada beton pratekan setelah beton mengeras.

57. Pre-Tension adalah penarikan pada beton pratekan sebelum dilaksanakan pengecoran.

58. Peri adalah perusahaan pembuat acuan dan perancah.

59. Retarder adalah bahan tambah untuk memperlambat pengikatan beton.

60. Rapid Klam adalah alat penjepit pada acuan untuk struktur kolom dan balok.

61. Ready Mix Concrete adalah beton yang siap pakai.

62. Speady adalah uji pada semen abu-abu untuk mengetahui kemampuan ikatan semen.

63. Slump adalah alat uji konsistensi/kekentalan beton.

64. Steel Proff adalah tiang baja yang berbentuk silinder dapat diatur ketinggiannya.

65. Shear Connector adalah bahan / material penghubung antara 2 (dua) material yang berbeda karakteristiknya (komposit).

66. Strands adalah kumpulan kawat-kawat berdiameter kecil dan tipis untuk membentuk kabel.

67. Setting Time adalah pengaturan atau penentuan waktu ikat pada beton.

68. Sand Blasting adalah alat / mesin pembersih permukaan pada beton sebelum dilaksanakan perbaikan beton atau penutupan kembali.

69. Shop Drawing adalah gambar pelaksanaan / kerja.

70. Site-Plan adalah rencana lokasi / areal pelaksanaan.

71. Stressing adalah penarikan kabel atau tendon pratekan.

72. Truck Mixer adalah truk yang mampu mengaduk beton.

73. Timing adalah pemilihan waktu untuk merencanakan ikatan beton.

74. Troley adalah alat / mesin pembawa adukan beton.

75. Uplift adalah tekanan / gaya angkat.

76. Wearing Diagram adalah pembungkus kabel (isolator) yang memiliki arus listrik.

77. Workshop adalah lokasi untuk melaksanakan pekerjaan-pekerjaan fabrikasi.

78. Waterpas adalah alat / mesin untuk mengukur kedataran suatu pasangan konstruksi.

79. Wires adalah kawat-kawat berdiameter kecil dan tipis untuk membentuk kabel.

80. Workability adalah kemudahan di dalam melaksanakan suatu pekerjaan konstruksi.

81. Wika Precast adalah perusahaan (Wika, BUMN) yang memproduksi beton pracetak.

DAFTAR ISTILAH TEKNIK SIPIL STRUKTUR

82. Abutment – bagian bawah tumpuan struktur jembatan

83. Agregat campuran – bahan batu-batuan yang netral (tidak bereaksi) dan merupakan bentuk sebagian besar beton (misalnya: pasir, kerikil, batupecah, basalt)

84. AISC – singkatan dari American Institute of Steel Construction

85. AISCS – Spesifikasi-spesifikasi yang dikembangkan oleh AISC, atau singkatan dari American Institute of Steel Construction Specification

86. ASTM – singkatan dari American Society of Testing and Materials

87. Balok – elemen struktur linier horisontal yang akan melendut akibat beban transversal

88. Balok spandrel – balok yang mendukung dinding luar bangunan yang dalam beberapa hal dapat juga menahan sebagian beban lantai

89. Batas Atterberg – besaran kadar air (%) untuk menandai kondisi konsistensi tanah yakni terdiri dari batas cair (Liquid Limit / LL), bata plastis (Plastic Limit/ PL) maupun batas susut (shirinkage Limit).

90. Batas Cair – besaran kadar air tanah uji (%) dimana dilakukan ketukan sebanyak 25 kali menyebabkan alur tanah pada cawan Cassangrade berimpit 1.25 cm (1/2 inch).

91. Batas Plastis – besaran kadar air tanah sehingga saat dilakukan pilinan pada contoh tanah hingga ∅ 3 mm mulai terjadi retakan dan tidak putus

92. Beban – suatu gaya yang bekerja dari luar

93. Beban hidup – semua beban yang terjadi akibat pemakaian dan penghunian suatu gedung, termasuk beban-beban pada lantai yang berasal dari pada atap

94. Beban mati – berat semua bagian dari suatu gedung yang bersifat tetap, termasuk segala beban tambahan, finishing, mesin-mesin serta peralatan tetap yang merupakan bagian yang tak terpisahkan dari gedung tersebut

95. Beton – suatu material komposit yang terdiri dari campuran beberapa bahan batu-batuan yang direkatkan oleh bahan-ikat, yaitu dibentuk dari agregat campuran (halus dan kasar) dan ditambah dengan pasta semen (semen +air) sebagai bahan pengikat.

96. Beton Bertulang – beton yang diperkuat dengan tulangan, didesain sebagai dua material berbeda yang dapat bekerja bersama untuk menahan gaya yang bekerja padanya.

97. Beton Cast-in-place – beton yang dicor langsung pada posisi dimana dia ditempatkan. Disebut juga beton cast- in situ.

98. Beton Precast – beton yang dicor di tempat yang berbeda dengan site, biasanya di tempat yang berdekatan dengan lokasi site

99. Beton Prestressed – beton yang mempunyai tambahan tegangan tekan longitudinal melalui gaya tarik pada serat yang diberi pra-tegang di sepanjang elemen strukturnya.

100.Beton struktural – beton yang digunakan untuk menahan beban atau untuk membentuk suatu bagian integral dari suatu struktur. Fungsinya berlawanan dengan beton insulasi (insulating concrete).

101.Bracing – konfigurasi batang-batang kaku yang berfungsi untuk menstabilkan struktur terhadap beban lateral

102.Cincin tarik (cincin containment) – cincin yang berada di bagian bawah struktur cangkang, berfungsi sebagai pengaku

103.Daktilitas – adalah kemampuan struktur atau komponennya untuk melakukan deformasi inelastis bolak-balik berulang di luar batas titik leleh pertama, sambil mempertahankan sejumlah besar kemampuan daya dukung bebannya;

104.Defleksi – lendutan balok akibat beban

105.Dinding geser (shear wall, structural wall) – dinding beton dengan tulangan atau pra-tegang yang mampu menahan beban dan tegangan, khusunya tegangan horisontal akibat beban gempa.

106.Faktor reduksi – suatu faktor yang dipakai untuk mengalikan kuat nominal untuk mendapatkan kuat rencana;

107.Gaya tarik – gaya yang mempunyai kecenderungan untuk menarik elemen hingga putus.

108.Gaya tekan – gaya yang cenderung untuk menyebabkan hancur atau tekuk pada elemen. Fenomena ketidakstabilan yang menyebabkan elemen tidak dapat menahan beban tambahan sedikitpun bisa terjadi tanpa kelebihan pada material disebut tekuk (buckling).

109.Geser – keadaan gaya yang berkaitan dengan aksi gaya-gaya berlawanan arah yang menyebabkan satu bagian struktur tergelincir terhadap bagian di dekatnya. Tegangan geser umumnya terjadi pada balok.

110.Girder – susunan gelagar-gelagar yang biasanya terdiri dari kombinasi balok besar (induk) dan balok yang lebih kecil (anak balok)

111.Goyangan (Sideways) – fenomena yang terjadi pada rangka yang memikul beban vertikal. Bila suatu rangka tidak berbentuk simetris, atau tidak dibebani simetris, struktur akan mengalami goyangan (translasi horisontal) ke salah satu sisi.

112.HPS – singkatan dari high-performance steel, merupakan suatu tipe kualitas baja

113.HVAC – singkatan dari Heating, Ventilating, Air Conditioning, yaitu hal yang berhubungan dengan sistem pemanasan, tata udara dan pengkondisian udara dalam bangunan

114.Joist – susunan gelagar-gelagar dengan jarak yang cukup dekat antara satu dan yang lainnya, dan biasanya berfungsi untuk menahan lantai atau atap bangunan. Biasanya dikenal sebagai balok anak atau balok sekunder.

115.Kolom – elemen struktur linier vertikal yang berfungsi untuk menahan beban tekan aksial

116.Komposit – tipe konstruksi yang menggunakan elemen-elemen yang berbeda, misalnya beton dan baja, atau menggunakan kombinasi beton cast-in situ dan pre-cast, dimana komponen yang dikombinasikan tersebut bekerja bersama sebagai satu elemen struktural.

117.Kuat nominal – kekuatan suatu komponen struktur atau penampang yang dihitung berdasarkan ketentuan dan asumsi metode perencanaan sebelum dikalikan dengan nilai faktor reduksi kekuatan yang sesuai

118.Kuat perlu – kekuatan suatu komponen struktur atau penampang yang diperlukan untuk menahan beban terfaktor atau momen dan gaya dalam yang berkaitan dengan beban tersebut dalam suatu kombinasi seperti yang ditetapkan dalam tata cara ini

119.Kuat rencana – kuat nominal dikalikan dengan suatu faktor reduksi kekuatan φ

120.Kuat tarik leleh – kuat tarik leleh minimum yang disyaratkan atau titik leleh dari tulangan dalam Mpa

121.Kuat tekan beton yang disyaratkan (fC’ ) – kuat tekan beton yang ditetapkan oleh perencana struktur (benda uji berbentuk silinder diameter 150 mm dan tinggi 300 mm), untuk dipakai dalam perencanaan struktur beton, dinyatakan dalam satuan MPa.

122.Las tumpul penetrasi penuh – suatu las tumpul, yang fusinya terjadi diantara material las dan metal induk, meliputi seluruh ketebalan sambungan las

123.Las tumpul penetrasi sebagian – suatu las tumpul yang kedalaman penetrasinya kurang dari seluruh ketebalan sambungan;

124.Lentur – keadaan gaya kompleks yang berkaitan dengan melenturnya elemen (biasanya balok) sebagai akibat adanya beban transversal. Aksi lentur menyebabkan serat-serat pada sisi elemen memanjang, mengalami tarik dan pada sisi lainnya akan mengalami tekan, keduanya terjadi pada penampang yang sama.

125.Lintel – balok yang membujur pada tembok yang biasanya berfungsi untuk menahan beban yang ada di atas bukaan-bukaan dinding seperti pintu atau jendela

126.LRFD – singkatan dari load and resistance factor design.

127.Modulus elastisitas – rasio tegangan normal tarik atau tekan terhadap regangan yang timbul akibat tegangan tersebut.

128.Momen – gaya memutar yang bekerja pada suatu batang yang dikenai gaya tegak lurus akan menghasilkan gaya putar (rotasi) terhadap titik yang berjarak tertentu di sepanjang batang.

129.Momen puntir – momen yang bekerja sejajar dengan tampang melintang batang.

130.Momen kopel – momen pada suatu titik pada gelegar

131.Mortar – campuran antara semen, agregat halus dan air yang telah mengeras

132.Plat Komposit – plat yang dalam aksi menahan bebannya dilakukan oleh aksi komposit dari beton dan plat baja / steel deck sebagai tulangannya.

133.Pondasi – bagian dari konstruksi bangunan bagian bawah (sub-structure) yang menyalurkan beban struktur dengan aman ke dalam tanah.

134.Rangka batang ruang – struktur rangka batang yang berbentuk tiga dimensional, membentuk ruang

135.Rangka kaku – suatu rangka struktur yang gaya-gaya lateralnya dipikul oleh sistem struktur dengan sambungan-sambungannya direncanakan secara kaku dan komponen strukturnya direncanakan untuk memikul efek gaya aksial, gaya geser, lentur, dan torsi;

136.Rangka tanpa Bracing (Unbraced frame) — sistem rangka dimana defleksi lateral yang terjadi padanya tidak ditahan oleh pengaku atau dinding geser (shear wall)

137.Sag – simpangan yang terjadi pada struktur kabel, yang merupakan tinggi lengkungan struktur tersebut

138.sengkang – tulangan yang digunakan untuk menahan tegangan geser dan torsi dalam suatu komponen struktur,

139.SNI – singkatan dari Standar Nasional Indonesia

140.Spesi-beton – campuran antara semen, agregat campuran (halus dan kasar) dan air yang belum mengeras

141.Spesi-mortar – campuran antara semen, agregat halus dan air yang belum mengeras

142.Struktur bangunan – bagian dari sebuah sistem bangunan yang bekerja untuk menyalurkan beban yang diakibatkan oleh adanya bangunan di atas tanah.

143.Struktur Balok dan Kolom (post and beam) – sistem struktur yang terdiri dari elemen struktur horisontal (balok) diletakkan sederhana di atas dua elemen struktur vertikal (kolom) yang merupakan konstruksi dasar

144.Struktur Cangkang – bentuk struktural berdimensi tiga yang kaku dan tipis serta mempunyai permukaan lengkung.

145.Struktur Grid – salah satu analogi struktur plat yang merupakan struktur bidang, secara khas terdiri dari elemen-elemen linier kaku panjang seperti balok atau rangka batang, dimana batang-batang tepi atas dan bawah terletak sejajar dengan titik hubung bersifat kaku.

146.Struktur Funicular – sistem struktur yang berbentuk seperti tali, kurva atau kumpulan segmen elemen-elemen garis lurus yang membentuk lengkung

147.Struktur Membran – konfigurasi struktur yang terbentuk dari lembaran tipis dan fleksibel.

148.Struktur Plat – struktur planar kaku yang secara khas terbuat dari material monolit yang tingginya relatif kecil dibandingkan dengan dimensi-dimensi lainya.

149.Struktur Rangka Batang – susunan elemen-elemen linier yang membentuk segitiga atau kombinasi segitiga, sehingga menjadi bentuk rangka yang tidak dapat berubah bentuk bila diberi beban eksternal tanpa adanya perubahan bentuk pada satu atau lebih batangnya.

150.Struktur Rangka Kaku (rigid frame) – struktur yang terdiri atas elemenelemen linier, umumnya balok dan kolom, yang saling dihubungkan pada ujung-ujungnya oleh joints (titik hubung) yang dapat mencegah rotasi relative di antara elemen struktur yang dihubungkannya.

151.Struktur Tenda – bentuk lain dari konfigurasi struktur membran, dapat berbentuk sederhana maupun kompleks dengan menggunakan membranmembran.

152.Struktur Vierendeel – struktur rangka kaku yang digunakan secara horisontal. Struktur ini tampak seperti rangka batang yang batang diagonalnya dihilangkan. Perlu diingat bahwa struktur ini adalah rangka, bukan rangka batang. Jadi titik hubungnya kaku.

153.Sub-structure – struktur bagian bawah. Pada struktur jembatan merupakan bagian yang mendukung bentang horisontal

154.Super-structure – struktur bagian atas. Pada struktur jembatan, merupakan bagian struktur yang terdiri dari bentang horisontal.

155.Sway Frame – suatu rangka yang mempunyai respon terhadap gaya horisontal dalam bidang tidak cukup kaku untuk menghindari terjadinya tambahan gaya internal dan momen dari pergeseran horisontal, sehingga memungkinkan terjadinya goyangan (sway)

156.Tegangan – intensitas gaya per satuan luas

157.Tegangan tumpu (bearing stress) – tegangan yang timbul pada bidang kontak antara dua elemen struktur, apabila gaya-gaya disalurkan dari satu elemen ke elemen yang lain. Tegangan-tegangan yang terjadi mempunyai arah tegak lurus permukaan elemen.

158.Tegangan utama (principle stresses) – interaksi antara tegangan lentur dan tegangan geser dapat merupakan tegangan normal tekan atau tarik, yang disebut sebagai tegangan utama.

159.Tinggi efektif penampang (d) – jarak yang diukur dari serat tekan terluar hingga titik berat tulangan tarik

160.Titik hubung (joint) – titik pertemuan batang-batang elemen struktur, dimana titik ini merupakan pertemuan gaya-gaya yang terjadi pada elemen struktur tersebut

161.Tendon – elemen baja misalnya kawat baja, kabel batang, kawat untai atau suatu bundel dari elemen-elemen tersebut, yang digunakan untuk member gaya prategang pada beton

162.Torsi – puntiran yang timbul pada elemen struktur apabila padanya diberikan momen puntir langsung atau secara tak langsung. Tegangan tarik maupun tekan akan terjadi pada elemen yang mengalami torsi.

163.Triangulasi – konfigurasi struktur segitiga yang bersifat stabil, tidak bias berubah bentuk atau runtuh

164.Tulangan – batang, kawat atau elemen lain yang ditambahkan pada beton untuk memperkuat beton menahan gaya.

165.tulangan polos – batang baja yang permukaan sisi luarnya rata, tidak bersirip dan tidak berukir

166.tulangan ulir – batang baja yang permukaan sisi luarnya tidak rata, tetapi bersirip atau berukir

167.tulangan spiral – tulangan yang dililitkan secara menerus membentuk suatu ulir lingkar silindris

168.Un-sway Frame – suatu rangka yang mempunyai respon terhadap gaya horisontal dalam bidang cukup kaku untuk menghindari terjadinya tambahan gaya internal dan momen dari pergeseran horisontal tersebut.

169.Umur bangunan – periode/waktu selama suatu struktur dipersyaratkan untuk tetap berfungsi seperti yang direncanakan;

170.Rencana Anggaran Biaya (RAB) adalah perhitungan banyaknya biaya yang diperlukan untuk bahan dan upah, serta biaya-biaya lain yang berhubungan dengan pelaksanaan bangunan atau proyek tersebut. Anggaran biaya merupakan harga dari bangunan yang dihitung secara merinci, cermat dan memenuhi syarat. Tujuan dari pembuatan RAB itu sendiri adalah untuk memberikan gambaran yang pasti tentang besarnya biaya yang akan dikeluarkan untuk pembangunan suatu proyek.

171.Rencana Kerja dan Syarat-Syarat (RKS) adalah rencana alokasi waktu untuk menyelesaikan masing-masing item pekerjaan proyek yang secara keseluruhan adalah rentang waktu yang ditetapkan untuk melaksanakan sebuah proyek. Untuk dapat menyusun rencana kerja yang baik dibutuhkan : Gambar proyek, RAB, Daftar volume pekerjaan, Data lokasi proyek, Data Material, Data kebutuhan tenaga kerja, Data cuaca, Data alat berat yang digunakan, Metode kerja yang digunakan, Data keuangan, Data kapasitasi produksi.




Sumber : Dari Berbagai Sumber

Minggu, 17 Januari 2016


Korupsi di Indonesia dan cara menghindari


09 May 2012 - dalam Umum Oleh ulin-n-fisip11
1.    MENGAPA KORUPSI TUMBUH SUBUR di INDONESIA?
Akhir-akhir ini masalah korupsi sedang hangat-hangatnya dibicarakan publik, terutama dalam media massa baik lokal maupun nasional. Banyak para ahli mengemukakan pendapatnya tentang masalah korupsi ini. Pada dasarnya, ada yang  pro ada pula yang kontra. Akan tetapi walau bagaimanapun korupsi ini merugikan negara dan dapat meusak sendi-sendi kebersamaan bangsa.
            Pada hakekatnya, korupsi adalah “benalu sosial” yang merusak struktur pemerintahan, dan menjadi penghambat utama terhadap jalannya pemerintahan dan pembangunan pada umumnya. Dalam prakteknya, korupsi sangat sukar bahkan hampir tidak mungkin dapat diberantas, oleh karena sangat sulit memberikan pembuktian-pembuktian yang eksak. Disamping itu sangat sulit mendeteksinya dengan dasar-dasar hukum yang pasti. Namun akses perbuatan korupsi merupakan bahaya latent yang harus diwaspadai baik oleh pemerintah maupun oleh masyarakat itu sendiri. Korupsi adalah produk dari sikap hidup satu kelompok masyarakat yang memakai uang sebagai standard kebenaran dan sebagai kekuasaaan mutlak. Sebagai akibatnya, kaum koruptor yang kaya raya dan para politisi korup yang berkelebihan uang bisa masuk ke dalam golongan elit yang berkuasa dan sangat dihormati. Mereka ini juga akan menduduki status sosial yang tinggi dimata masyarakat.
Terdapat unsur- unsur yang mendasari seseorang melakukan korupsi.Unsur utamanya adalah mencakup dua hal yaitu mental dan moral manusianya sendiri dan kesempatan atau adanya peluang yang memungkinkan seseorang melakukan korupsi. Berhubungan dengan mental dan moral seseorang misalnya karena tamak, serakah, dalam situasi tertekan karena suatu kebutuhan yang mendesak seperti keperluan biaya perawatan keluarga dan sekolah anak atau karena sifat buruk seperti “peminum”, kecanduan narkoba, tetapi bisa juga karena tidak tahu atau acuh dengan aturan/ ketentuan yang berlaku.
Sedangkan yang terkait dengan kesempatan atau peluang adalah lemahnya system pengendalian internal atau kontrol intern (internal control) dalam organisasi. Maka dalam teori fraud (kecurangan) termasuk didalamnya perbuatan korupsi, disebutkan adanya tiga macam pemicu seseorang melakukan fraud (kecurangan) yaitu adanya :
 • Tekanan atau dorongan (pressure)
 • Kesempatan atau peluang (oppotunity)
 • Pembenaran (rationalization)
Tekanan atau dorongan dan pembenaran berkaitan erat dengan mental dan moral seseorang. Tekanan atau dorongan bisa timbul dari keinginan manajemen untuk menampakkan kondisi keuangan perusahaan yang lebih baik (management fraud) dengan melakukan rekayasa akuntansi. Sedangkan pembenaran yang dimaksud disini adalah sikap seseorang bahwa apa yang diperbuatnya sama dengan yang dilakukan atasan atau rekannya, atau apa yang dilakukannya adalah hal yang wajar karena dia telah bekerja keras tetapi tidak mendapat perhatian atasan. Jika mental dan moral manusianya tidak baik disertai dengan terbukanya peluang/ kesempatan karena sistem pengendalian internalnya lemah, maka korupsi akan merajalela. Namun jika sistem pengendalian internalnya bagus, niat dari karyawan yang bermental dan bermoral tidak baik tadi dapat dicegah, kecuali management fraud, karena disini manajemen sendiri meng-override sistem yang sebenarnya bagus.
Penyebab lain korupsi tumbuh subur di Indonesia antara lain dikarenakan kontrol pemerintah yang dulu kuat, kini tak lagi kokoh. Misalnya UU Otonomi Daerah, yang telah jelas membagi kekuasaan politik kepada DPRD dan kekuasaan keuangan kepada Kepala Daerah. Kontrol pemerintah pusat tidak sekuat dulu dan ada perubahan relasi politik di tingkat eksekutif dan legislatif di daerah. Hubungan antara DPRD dan kepala daerah saling menimbulkan ketergantungan kepentingan yang menciptakan praktek-praktek korupsi. Terutama pada musim-musim tertentu. Saat pemilihan kepala derah, penetapan APBD dan pertanggungjawaban kepala daerah kepada DPRD, Tak hanya itu penegakan hukum yang kurang efektif, hukuman yang kurang menimbulkan efek jera serta pengawasan yang lemah juga menjadi penyebab korupsi marak. Dan lemahnya keteladanan pemimpin serta masyarakat yang cenderung permesif.
Kondisi lain yang mendukung munculnya korupsi :
  • Konsentrasi kekuasan di pengambil keputusan yang tidak bertanggung jawab langsung kepada rakyat, seperti yang sering terlihat di rezim-rezim yang bukan demokratik.
  • Kurangnya transparansi di pengambilan keputusan pemerintah
  • Kampanye-kampanye politik yang mahal, dengan pengeluaran lebih besar dari pendanaan politik yang normal.
  • Proyek yang melibatkan uang rakyat dalam jumlah besar.
  • Lingkungan tertutup yang mementingkan diri sendiri dan jaringan "teman lama".
  • Lemahnya ketertiban hukum.
  • Lemahnya profesi hukum.
  • Kurangnya kebebasan berpendapat atau kebebasan media massa.
  • Gaji pegawai pemerintah yang sangat kecil.
Mengenai kurangnya gaji atau pendapatan pegawai negeri dibanding dengan kebutuhan hidup yang makin hari makin meningkat pernah di kupas oleh B Soedarsono yang menyatakan antara lain " pada umumnya orang menghubung-hubungkan tumbuh suburnya korupsi sebab yang paling gampang dihubungkan adalah kurangnya gaji pejabat-pejabat....." namun B Soedarsono juga sadar bahwa hal tersebut tidaklah mutlak karena banyaknya faktor yang bekerja dan saling memengaruhi satu sama lain. Kurangnya gaji bukanlah faktor yang paling menentukan, orang-orang yang berkecukupan banyak yang melakukan korupsi. Namun demikian kurangnya gaji dan pendapatan pegawai negeri memang faktor yang paling menonjol dalam arti merata dan meluasnya korupsi di Indonesia, hal ini dikemukakan oleh Guy J Parker dalam tulisannya berjudul "Indonesia 1979: The Record of three decades (Asia Survey Vol. XX No. 2, 1980 : 123). Begitu pula J.W Schoorl mengatakan bahwa " di Indonesia di bagian pertama tahun 1960 situasi begitu merosot sehingga untuk sebagian besar golongan dari pegawai, gaji sebulan hanya sekadar cukup untuk makan selama dua minggu. Dapat dipahami bahwa dalam situasi demikian memaksa para pegawai mencari tambahan dan banyak diantaranya mereka mendapatkan dengan meminta uang ekstra untuk pelayanan yang diberikan". ( Sumber buku "Pemberantasan Korupsi karya Andi Hamzah, 2007)
2.BAGAIMANA KITA BISA TERHINDAR DARI KORUPSI dan BAGAIMANA KITA MEMPUNYAI ANDIL UNTUK MENGURANGI KORUPSI?
Kita menyadari bahwa penyakit korupsi di negara ini sudah menancap jauh ke dalam sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara. Indikator yang paling kuat adalah merajalelanya penyakit ini di kalangan masyarakat. Hampir-hampir tidak diketahui lagi di mana ujung dan di mana pangkalnya, dan di mana harus dimulai melakukan pencegahan dan terapinya, dan di mana pula harus berakhir. Keadaan seperti ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Para pemimpin dan penguasa harus melakukan tindakan memutuskan rantai tindakan korupsi ini, dengan memulai pertama-tama dari dirinya sendiri. Kalau hal ini dibiarkan terus, dikhawatirkan akan terjadi bencana yang amat dahsyat bagi bangsa dan negara ini, yang tidak hanya mengenai orang-orang yang melakukan tindakan korupsi, tetapi juga mereka yang tidak melakukan korupsi. Adapun beberapa cara agar kita terhindar dari korupsi adalah :
(1) Pencegahan diri dan keluarga dari tindakan korupsi. Pencegahan korupsi harus dimulai dari diri sendiri dengan keyakinan bahwa korupsi adalah penyakit masyarakat yang berbahaya bagi kehidupan masyarakat itu sendiri. Orangtua dalam keluarga berkewajiban untuk mencegah dirinya dari tindakan korupsi. Komitmen menjauhkan diri dari tindakan itu harus dikembangkan pula kepada anggota keluarga yang lain dengan menanamkan sebuah komitmen bahwa korupsi adalah penyakit kehidupan.
(2) Sebelum bertidak lebih lanjut untuk memberantas korupsi yang besar, tentunya kita harus mampu mengatasi problematika korupsi-korupsi kecil yang masih banyak kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari. Tindak korupsi yang besar pasti berawal dari hal-hal kecil yang awalnya kita sepelekan.
(3) Memperdalam pendidikan moral,mental dan agama. Karena salah satu penyebab terjadinya korupsi adalah lemahnya moral dan mental seseorang. Mka orang yang lemah moral,mental dan agamanya akan mudah menjalankan korupsi asalkan ada peluang kesempatan yang tepat.  Jika moral dan mental terdidik secara baik sejak dini maka sifat sifat korup tidak akan bersemayam dalam diri.
Korupsi tidak dapat dibiarkan berjalan begitu saja kalau suatu negara ingin mencapai tujuannya, karena kalau dibiarkan secara terus menerus, maka akan terbiasa dan menjadi subur dan akan menimbulkan sikap mental pejabat yang selalu mencari jalan pintas yang mudah dan menghalalkan segala cara (the end justifies the means). Dalam hal ini, peran masyarakat sangatlah penting. Khususnya masyarakat disini adalah mahasiswa. Mahasiswa adalah elemen masyarakat yang paling idealis dan memiliki semangat yang sangat tinggi dalam memperjuangkan sesuatu. Selama ini mahasiswa dipandang bisa cukup signifikan dalam mempengaruhi perubahan kebijakan atau struktur pemerintahan. Di sisi lain mahasiswa juga bisa mempengaruhi lapisan masyarakat lainnya untuk menuntut hak mereka yang selama ini kurang diperhatikan oleh pemerintah. Maka saatnya mahasiswa sadar dan bertindak. Bagaimana andil kita sebagai mahasiswa dalam mengurangi kosurpsi? Adapun upaya-upaya yang bisa dilakukan oleh mahasiswa adalah:

1. Menciptakan lingkungan bebas dari korupsi di kampus.
Hal ini terutama dimulai dari kesadaran masing-masing mahasiswa yaitu menanamkan kepada diri mereka sendiri bahwa mereka tidak boleh melakukan tindakan korupsi walaupun itu hanya tindakan sederhana, misalnya terlambat datang ke kampus, menitipkan absen kepada teman jika tidak masuk atau memberikan uang suap kepada para pihak pengurus beasiswa dan macam-macam tindakan lainnya. Memang hal tersebut kelihatan sepele tetapi berdampak fatal pada pola pikir dan dikhawatirkan akan menjadi kebiasaan bahkan yang lebih parah adalah menjadi sebuah karakter.
Dengan adanya kesadaran serta komitmen dari diri sendiri dan sebagai pihak pengontrol kebijakan internal kampus maka bisa menekan jumlah pelaku korupsi.
2. Memberikan pendidikan kepada masyarakat tentang bahaya melakukan korupsi.
Upaya mahasiswa ini misalnya memberikan penyuluhan kepada masyarakat mengenai bahaya melakukan tindakan korupsi karena pada nantinya akan mengancam dan merugikan kehidupan masyarakat sendiri. Serta menghimbau agar masyarakat ikut serta dalam menindaklanjuti (berperan aktif) dalam memberantas tindakan korupsi yang terjadi di sekitar lingkungan mereka. Selain itu, masyarakat dituntut lebih kritis terhadap kebijakan pemerintah yang dirasa kurang relevan. Maka masyarakat sadar bahwa korupsi memang harus dilawan dan dimusnahkan dengan mengerahkan kekuatan secara massif, artinya bukan hanya pemerintah saja melainakan seluruh lapisan masyarakat.
3. Menjadi alat pengontrol terhadap kebijakan pemerintah.
Mahasiswa selain sebagai agen perubahan juga bertindak sebagai agen pengontrol dalam pemerintahan. Kebijakan pemerintah sangat perlu untuk dikontrol dan dikritisi jika dirasa kebijakan tersebut tidak memberikan dampak positif pada keadilan dan kesejahteraan masyarakat dan semakin memperburuk kondisi masyarakat. Misalnya dengan melakukan demo untuk menekan pemerintah atau melakukan jajak pendapat untuk memperoleh hasil negosiasi yang terbaik.



4. Penekanan Etika
Dalam menjalankan birokrasi seharusnya menitik beratkan pada penanaman nilai nilai etika. tika yang menjunjung tinggi nilai KETUHANAN dalam bertingkah laku didalam menjalankan amanah rakyat. Penanaman etika ini menjadikan sasaran terciptanya sebuah keadilan didalam masyarakat,  dengan adanya batasan pemisahan antara penegakan hukum dan kepentingan politik.
Dari pernyataan tersebut, dapat kita ambil sebuah manfaat untuk membangun Indonesia bebas dari korupsi, diperlukan sebuah etika. Penanaman etika ini bertujuan agar tindakan korupsi tidak dijadikan warisan budaya bangsa. Pemikiran ini, merupakan  sebuah langkah yang tepat untuk memperbaiki negeri ini, dalam memerangi korupsi. Jika penanaman etika ini terbentuk, diharapkan terciptanya penegakan hukum dan kesejahteraan bagi rakyat. Korupsi yang terjadi selama ini, telah menghancuran sendi-sendi kehidupan, bukan hanya sebatas  perekonomian semata, tetapi mampu merubah budaya yang ada di masyarakat.


sumber :  http://ulin-n-fisip11.web.unair.ac.id/artikel_detail-46144-Umum-Korupsi%20di%20Indonesia%20dan%20cara%20menghindari.html



  REFERENSI
http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20110828082231AAaSd2e
http://gemilangtrimeidhasari.wordpress.com/2009/12/25/38/
http://news.okezone.com/read/2011/11/17/339/530821/8-faktor-suburnya-korupsi-versi-hehamahua
http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/3800/1/fisip-erika1.pdf
http://umum.kompasiana.com/2010/02/24/mencegah-korupsi/
http://news.okezone.com/read/2012/03/07/58/588577/membudayakan-etika-melawan-korupsi
http://sendit.wordpress.com/2008/08/27/3m-untuk-memberantas-korupsi/
http://pemberi-inspirasi.blogspot.com/2010/05/peran-dan-upaya-mahasiswa-dalam.html

Jumat, 08 Januari 2016

Sebelum kita berbagi ,, mari kita ketahui dulu apa itu teknik sipil ???


Teknik sipil adalah salah satu cabang ilmu teknik yang mempelajari tentang bagaimana merancang, membangun, merenovasi tidak hanya gedung dan infrastruktur, tetapi juga mencakup lingkungan untuk kemaslahatan hidup manusia.

Teknik sipil mempunyai ruang lingkup yang luas, di dalamnya pengetahuan matematika, fisika, kimia, biologi, geologi, lingkungan hingga komputer mempunyai peranannya masing-masing. Teknik sipil dikembangkan sejalan dengan tingkat kebutuhan manusia dan pergerakannya, hingga bisa dikatakan ilmu ini bisa mengubah sebuah hutan menjadi kota besar.

Cabang-cabang ilmu teknik sipil

  • Struktural: Cabang yang mempelajari masalah struktural dari materi yang digunakan untuk pembangunan. Sebuah bentuk bangunan mungkin dibuat dari beberapa pilihan jenis material seperti baja, beton, kayu, kaca atau bahan lainnya. Setiap bahan tersebut mempunyai karakteristik masing-masing. Ilmu bidang struktural mempelajari sifat-sifat material itu sehingga pada akhirnya dapat dipilih material mana yang cocok untuk jenis bangunan tersebut. Dalam bidang ini dipelajari lebih mendalam hal yang berkaitan dengan perencanaan struktur bangunan, jalan, jembatan, terowongan dari pembangunan pondasi hingga bangunan siap digunakan.
  • Geoteknik: Cabang yang mempelajari struktur dan sifat berbagai macam tanah dan batuan dalam menopang suatu bangunan yang akan berdiri di atasnya. Cakupannya dapat berupa investigasi lapangan yang merupakan penyelidikan keadaan-keadaan tanah suatu daerah, penyelidikan laboratorium serta perencanaan konstruksi tanah dan batuan, seperti: timbunan (embankment), galian (excavation), terowongan tanah lunak (soft soil tunnel), terowongan batuan (rock/mountain tunnel), bendungan tanah/batuan (earth dam, rock fill dam), dan lain-lain.
  • Manajemen Konstruksi: Cabang yang mempelajari masalah dalam proyek konstruksi yang berkaitan dengan ekonomi, penjadwalan pekerjaan, pengembalian modal, biaya proyek, semua hal yang berkaitan dengan hukum dan perizinan bangunan hingga pengorganisasian pekerjaan di lapangan sehingga diharapkan bangunan tersebut selesai tepat waktu.
  • Hidrologi: Cabang yang mempelajari air, distribusi, pengendalian dan permasalahannya. Mencakup bidang ini antara lain cabang ilmu hidrologi air (berkenaan dengan cuaca, curah hujan, debit air sebuah sungai dsb), hidrolika (sifat material air, tekanan air, gaya dorong air dsb) dan bangunan air seperti pelabuhan, irigasi, waduk/bendungan(dam), kanal.
  • Teknik Lingkungan: Cabang yang mempelajari permasalahan-permasalahan dan isu lingkungan. Mencakup bidang ini antara lain penyediaan sarana dan prasarana air besih, pengelolaan limbah dan air kotor, pencemaran sungai, polusi suara dan udara hingga teknik penyehatan.
  • Transportasi: Cabang yang mempelajari mengenai sistem transportasi dalam perencanaan dan pelaksanaannya. Mencakup bidang ini antara lain konstruksi dan pengaturan jalan raya, konstruksi bandar udara,terminal, stasiun dan manajemennya.
  • Informatika Teknik Sipil: Cabang baru yang mempelajari penerapan Komputer untuk perhitungan/pemodelan sebuah sistem dalam proyek Pembangunan atau Penelitian. Mencakup bidang ini antara lain dicontohkan berupa pemodelan Struktur Bangunan (Struktural dari Materi atau CAD), pemodelan pergerakan air tanah atau limbah, pemodelan lingkungan dengan Teknologi GIS (Geographic information system).
Keluasan cabang dari teknik sipil ini membuatnya sangat fleksibel di dalam dunia kerja. Profesi yang didapat dari seorang ahli bidang ini antara lain: perancangan/pelaksana pembangunan/pemeliharaan prasarana jalan, jembatan, terowongan, gedung, bandar udara, lalu lintas (darat, laut, udara), sistem jaringan kanal, drainase, irigasi, perumahan, gedung, minimalisasi kerugian gempa, perlindungan lingkungan, penyediaan air bersih, survey lahan, konsep finansial dari proyek, manajemen projek dsb. Semua aspek kehidupan tercangkup dalam muatan ilmu teknik sipil.
Perbedaan dari arsitek, terletak pada posisi ahli teknik sipil dalam sebuah proyek. Arsitek menyumbangkan rancangan, ide, kemungkinan pelaksanaan pembangunan di atas kertas. Hasil rancangan tersebut diserahkan selanjutnya kepada staf ahli bidang teknik sipil untuk pelaksanaan pembangunan. Tahapan ini, ahli teknik sipil melakukan perbaikan/saran dari pelaksanaan perencanaan, koordinasi dalam proyek, mengamati jalannya proyek agar sesuai dengan perencanaan. Selain itu, ahli teknik sipil juga membangun konsep finansial dan manajemen proyek atas hal-hal yang memengaruhi jalannya proyek.
Ahli teknik sipil tidak hanya berurusan dengan pembangunan sebuah proyek bangunan, tetapi di bidang lain seperti yang berkaitan dengan informatika, memungkinkan untuk memodelisasi sebuah bentuk dengan bantuan program CAD, pemodelan kerusakan akibat gempa, banjir. Hal ini sangat penting di negara maju sebagai tolak ukur kelayakan pembangunan sebuah bangunan vital yang mempunyai risiko dapat menelan korban banyak manusia seperti reaktor nuklir atau bendungan, jika terjadi kegagalan perencanaan teknis. Rancangan bangunan tersebut biasanya dimodelkan dalam komputer dengan diberikan faktor-faktor ancaman bangunan tersebut seperti gempa dan keruntuhan struktur material. Peran ahli teknik sipil juga masih berlaku walaupun fase pembangunan sebuah gedung telah selesai, seperti terletak pada pemeliharaan fasilitas gedung tersebut.